Bangun Masyarakat Kawasan Wisata Sadar Bencana, Dinas Pariwisata Sumbar Laksanakan Bimbingan Teknis Mitigasi Bencana

INDONESIASATU.CO.ID:

SUMBAR - Meskipun Sumbar termasuk daerah rawan bencana, seperti ancaman gempa dan tsunami, namun harus tetap berbenah menjadi kawasan destinasi wisata yang ramah bencana dan lingkungan. Jika ketakutan terus “dipelihara”, maka akan mematikan semangat dalam menjalankan kehidupan.

“Instruksi Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno tentang siaga gempa dan tsunami, masyarakat perlu mengantisipasi adanya ancaman bencana alam tersebut. Terlebih bagi masyarakat yang tinggal di kawasan destinasi wisata di dekat pesisir pantai, harus tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi gempa dan datangnya tsunami. Pemahaman masyarakat terhadap mitigasi bencana menjadi faktor utama,” kata Kepala Bidang Kabid Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Sumbar, Doni Hendra, saat Bimbingan Teknis Peningkatan dan Pengembangan Gerakan Sadar Wisata yang digelar di Hotel Daima, Padang, Senin (18/2).

Kegiatan bimtek ini diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Namun demikian, Doni mengatakan adanya isu bencana alam  tersebut tidak perlu membuat masyarakat ketakutan.

”Jika ketakutan terus “dipelihara”, maka akan mematikan semangat dalam menjalankan kehidupan. Ini Tidak baik. Masyarakat yang hidupnya bergantung pada sektor pariwisata harus optimis,” katanya.

Pada sisi lain, Doni juga mengingatkan masyarakat terutama kelompok sadar wisata dapat mengampanyekan pariwisata ramah lingkungan, dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat. 

“Kalau objek wisata tidak bersih tentu tidak akan membuat wisatawan nyaman, dan mereka punya kesan yang tidak baik tentang daerah kita. Oleh karena itu masyarakat maupun wisatawan harus dapat menjaga lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan,” ajaknya.  

Menurut Hendra, jika Sumbar ingin maju pariwisatanya  maka seluruh elemen masyarakat harus menjaga dan  mengembangkan potensi wisatanya. Menurutnya lagi, berbagai peristiwa yang terjadi telah cukup banyak menurunkan kepercayaan wisatawan untuk berwisata. Selain kebersihan dan ketertiban, alasan keamanan menjadi penyebab utama keengganan para wisatawan untuk berkunjung.

 “Padahal yang paling dibutuhkan oleh wisatawan dari masyarakat dan pemerintah setempat adalah lebih dari sekadar sikap yang berkesan baik, akan tetapi terlebih pada terciptanya rasa aman dan damai,” tuturnya (***)

  • Whatsapp

Index Berita