Raih Adipurna Karya 2019: Ini Prestasi Gubernur Sumbar

jasman, 29 Jan 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Gubernur Sumatera Barat Prof. Irwan Prayitno berhasil meraih penghargaan Adipurna Karya atas ajang Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Penghargaan Gubernur 2019.

Penghargaan yang diberikan Senin (28/1) di Hotel Shangri-La Surabaya itu merupakan apresiasi yang prestisius bagi yang melihat gubernur yang berkontribusi bagi pengembangannya daerahnya. Tidak hanya Irwan Prayitno, ada 19 gubernur lainnya ikut menerima penghargaan dalam ajang tersebut.

Dalam acara yang dihadiri 34 gubernur dari seluruh Indonesia hasil kerja sama Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) dengan Jawa Pos Institute Pro Otonomi (JPIP-Jawa Pos Group) itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumulo langsung memberikan penghargaan.

Untuk Sumatera Barat, Irwan Prayitno berhasil menuntaskan masa jabatannya dan mendukung lagi untuk periode kedua. Selain itu, ia juga tidak pernah melibatkan pengacara seperti Komisi Penyantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan dan / atau kepolisian.

Selama menjadi gubernur, Irwan Prayitno mengantarkan Sumbar memperoleh berbagai penghargaan baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional. Dalam penilaian dewan juri, Irwan Prayitno mewakili gubernur yang telah meningkatkan dana rakyat dengan berbagai program yang diusung. Sementara itu, Penghasilan meningkat, termasuk Pengurangan angka kemiskinan yang siginifikan.

Di sisi lain, tingkat keberhasilan juga berhasil ditekan oleh selama masa kepemimpinannya. Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), pembelian Sumbar tahun 2018 Jumlah Angkatan Kerja 2,55 juta orang, naik 68,46 ribu orang dari Agustus 2017.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik sebesar 0,97 poin. TPT untuk Sarjana I / II / III paling tinggi dari tingkat pendidikan lain, sebesar 13,07 persen. Penduduk yang bekerja sebanyak 2,41 juta orang, naik 65,48 ribu orang dari Agustus 2017.

Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (1,27 poin), Sektor Jasa Perusahaan (0,41 poin), dan Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib (0,32 poin). Sektor yang mengalami penurunan terbesar, Sektor Jasa Pendidikan (0,69 poin), Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (0,48 poin), dan Sektor Jasa Lainnya (0,47 poin).

Sementara itu, pada Maret 2018, tingkat ketimpangan perpindahan penduduk Sumatera Barat yang diperoleh oleh Gini Rasio sebesar 0,321. Rasio Gini di daerah perkotaan pada Maret 2018 diterima sebesar 0,338, naik sebesar 0,028 poin dibandingkan Rasio Gini September 2017 yang sebesar 0,309. Rasio Gini di daerah perdesaan pada Maret 2018 diterima sebesar 0,280, atau turun sebesar 0,007 poin dibandingkan angka September 2017.

Faktor lain, Irwan Prayitno menyetujui gubernur berprestasi untuk meningkatkan jam kerja dan pendapatan petani dengan program Gerakan Pensejahteraan Petani (GPP).

Tidak hanya petani, tetapi juga petani tidak luput dari perhatian gubernur. Melalui program Gerakan Pensejahteraan Ekonomi Masyarakat Pesisir (GEPEMP) peningkatan ekonomi di tingkat petani semakin membaik. 

Di bidang UMKM produk-produk unggulan Sumbar terus dikenal masyarakat luar Sumbar.

Terobosan lain yang dilakukan Irwan Prayitno adalah melalui program Minang Mart. Program tersebut langsung memberdayakan masyarakat dengan cara mengintervensi harga pasar guna mendukung melonjaknya harga barang kebutuhan pangan. Secara konsep Minang Mart merupakan program memberdayakan masyarakat bersama BUMD.

Irwan Prayitno saat diwawancarai mengatakan, penghargaan ini disetujui oleh tim juri independen yang disetujui oleh penilaian dan survei serta wawancara ke seluruh daerah, khusus prestasi dan kiprah gubernur selama disetujui.

“Dalam penghargaan itu mereka membuat peringkat kategori Adipurna Karya dan Adipurna Prima. Pada dua kategori itu ada sub kategori, seperti sosial, ekonomi, budaya, ketahanan pangan dan lainnya,” katanya.

Untuk di Sumbar, kata Irwan pihaknya meraih Adipurna Karya di bidang ekonomi, serta masuk nominasi pada Adipurna Prima. Pada bidang ekonomi, juri menilai Sunbar dari peran, kebijakan dan program pemerintah untuk mengerakan ekonomi di masyarakat sehingga muncul pemberdayaan masyarakat dari segi ekonominya. Itu bisa dilihat dari data statistik dengan mengurangi pemasukan, mengurangi kemiskinan, mengurangi pembayaran dan gini rasionya.  

"Sementara, untuk Adipurna Prima, hanya masuk nominasi pada bidang Lingkungan, karena mereka menilai Lingkungan di Sumbar sangat bagus dan terawat," tuturnya.

Direktur JPIP Rohman Budijanto yang juga salah seorang dewan juri ahli dalam ajang itu mengatakan, penghargaan yang diberikan kepada gubernur tersebut merupakan upaya APPSI dan Jawa Pos. Prestasi para gubernur termasuk yang berhasil pada periode kedua. Rekam jejak ikoniknya ditelusuri dan diformulasikan dalam beberapa jenis penghargaan, ”terangnya.

Dalam iven itu, Rohman menyebut Sumatera Barat berhasil meraih penghargaan Adipurna Karya Bidang Ekonomi. Pada posisi itu, Sumbar berhasil meraih nilai tertinggi yang diperoleh provinsi lain. Hal itu berhasil dilakukan. Seperti mengusung pemberdayaan produk lokal masyarakat.

”Jadi Sumbar meraih nilai tertinggi di bidang ekonomi,” tegasnya.

Di sisi lain, Rohman menuturkan bahwa APPSI Gubernur Penghargaan sementara untuk mengangkat prestasi gubernur. Sebab, selama ini banyak berita yang condong mengandung hal negatif. Padahal, para gubernur juga bekerja keras untuk memajukan daerahnya.

Proses penelitian dan pengambilan data lapangan katanya, sudah dilakukan sejak tahun 2018 selama enam bulan oleh tim peneliti Tunas Muda. Tim juga memeriksa rekam jejak pemberitaan provinsi selama lima hingga sepuluh tahun terakhir.

Nilai juga berdasarkan data dari JPIP, Badan Pusat Statistik (BPS), dan data lain yang relevan. Hasil penelitian kemudian dipresentasikan kepada dewan juri untuk dipilih sesuai kategori dan dinominasikan.

Provinsi dengan penghargaan terbaik keluar sebagai penerima penghargaan. Indikator Nilai tak terbatas terkonsentrasi pada angka Tertinggi. Namun lebih ke indeks atau tren kenaikan.

”Karena kemampuan atau APBD setiap provinsi berbeda, kami menilai dari indeks atau tren-nya. Jadi konsentrasinya adalah semangat untuk maju, ” ungkapnya.

Dia juga menambahkan, menilai itu mengangkat tentang bagaimana gubernur dalam periode kepemerintahannya bisa membuat daerahnya semakin meningkat dalam berbagai sektor. Tentu saja, imbasnya adalah kesejahteraan masyarakat.

”Indikator Nilai adalah program, inovasi atau terobosan, serta progres kemajuan daerahnya. Banyak kabupaten / kota yang sering mendapat penghargaan, tetapi bagaimana peran pemerintah provinsinya? Itu juga menjadi perbincangan, ”papar anggota Ombudsman Republik Indonesia Dadan Suparjo Suharmawijaya yang juga bertindak sebagai ahli juri.

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami