REMISI BIKIN SENSI

INDONESIASATU.CO.ID:

 

Saya sangat kecewa mendengar kabar Presiden Joko Widodo memberikan remisi keringanan tahanan untuk I Nyoman Susrama, dari hukuman penjara seumur hidup ke penjara 20 tahun. Apa maksudnya?

 

Susrama divonis hukuman seumur hidup oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar pada tanggal 15 Februari 2010 (9 tahun yang lalu) karena terbukti sebagai otak sekaligus tantangan yang ditangguhkan terhadap AA Gde Bagus Narendra Prabangsa, wartawan Harian Radar Bali (Grup Jawa Pos), pada 2009.

 

Putusan ini menguatkan Pengadilan Tinggi Denpasar pada 16 April 2010 dan Putusan Kasasi Mahkamah Agung pada 24 September 2010.

 

Susrama (bersama 8 rekannya) divonis bersalah karena gagal Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). 

 

Hukuman berat terhadap Susrama tentang perjuangan baru di Indonesia, alasan cukup banyak tentang perjuangan bagi para wartawan dan media di Indonesia untuk para pembantunya. Dari banyak kasus, kasus ini termasuk yang dilindungi undang-undang dan pelakunya yang disetujui dengan berat. 

 

Satu hal yang perlu dicatat: kasus ini tidak hanya kriminal murni, tetapi juga terkait dengan kebebasan pers dan pemberantasan korupsi. 

 

Terkait dengan kebebasan pers karena mendukung keselamatannya. Terkait dengan pemberentasan korupsi, karena kabar tentang korupsi yang dikeluarkan oleh Prabangsa hilang, karena dia memberitakan kasus korupsi proyek pembangunan sekolah di Bali. 

 

Saya masih memiliki sedikit dugaan positif untuk Presiden Jokowi. Mungkin Sang Presiden tidak melihat kasus per kasus karena putusan tersebut termasuk dalam 115 orang narapidana yang diberikan remisi oleh Presiden Joko Widodo.

 

Remisi diberikan pada 7 Desember 2018 melalui Kepres No. 29 Tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Berupa Perubahan dari Pidana Penjara Sumur Hidup Menjadi Pidana Penjara Sementara. Nama Ir. I Nyoman Susrama, MM ditentukan pada No. 94.

 

Jika dugaan saya ini keliru, berarti Jokowi sengaja menampar pers Indonesia. 

 

-

Berikut saya sertakan Siaran Pers AJI Denpasar yang meminta remisi ini DICABUT atau DIANULIR.

 

(Siaran pers)

 

AJI Denpasar Sesalkan Pemberian Grasi Terhadap Otak Pembunuh Wartawan

 

Pemberian grasi oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terhadap I Nyoman Susrama yang menjadi otak melawan Radar Bali, Jawa Pos Grup, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa adalah langkah mundur melawan penegakan kemerdekaan pers.

 

Diungkapkan pada tahun 2010 di Bali saat ini menjadi tonggak penegakan kemerdekaan pers di Indonesia. Ini karena sebelumnya tidak ada kasus perlawanan terhadap jurnalis yang diungkap secara lengkap di Indonesia.

 

Karena itu, vonis seumur hidup bagi Susrama di Pengadlan Negeri Denpasar saat ini menjadi angin segar terhadap kemerdekaan pers dan penuntasan kasus kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia yang masih banyak yang belum diungkap.

 

Polda Bali tahu benar tentang susahnya mengungkap kasus-kasus jurnalis yang terjadi pada Februari 2009 lalu. Perlu waktu berbulan-bulan dan energi yang berlebih hingga kasusnya dapat diungkap oleh Polda Bali.

 

Pemberian grasi dari seumur hidup menjadi 20 tahun ini bisa melegakan penegakan kemerdekaan pers, karena setelah 20 tahun akan menerima remisi dan tidak mungkin akan menerima pembebasan bersyarat. Karena itu AJI Denpasar sangat menyayangkan dan menyesalkan pemberian grasi tersebut.

 

Meskipun Presiden memiliki wewenang untuk memberikan grasi yang sesuai dengan UU. 22 Tahun 2002 dan Perubahanya UU. 5 Tahun 2010 namun tetap ada catatannya tetapi revisi baik dari Kemenkumham RI dan tim ahli hukum presiden sebelum grasi yang diberikan.

 

Untuk itu AJI Denpasar meminta agar grasi bagi otak yang dilepaskan AA Gde Bagus Narendra Prabangsa untuk dicabut atau dianulir.

 

Nandhang R.Astika, 

Ketua AJI Denpasar

Miftachul Huda, 

Kepala Divisi Advokasi AJI Denpasar

 

-

Catatan Khusus: Postingan ini sudah saya revisi dengan mengubah "grasi" menjadi "remisi" dan ganti data setelah saya mendapatkan kopian terjemahan Kepres, Rabu, 23 Januari 2019 pk 01.51 WIB.

 

Syofiardi Bachyuljb

  • Whatsapp

Index Berita