Tipu Uang Petani Rp 240 Juta, Pria Ini Dibekuk Polisi Jeneponto di Kota Kendari

INDONESIASATU.CO.ID:

JENEPONTO,- HM alias AC (50), yang merupakan warga Kelurahan Mamajang, Kota Makassar. Tak berkutik saat Polisi melakukan penangkapan usai kurang lebih satu bulan bersembunyi.

HM diringkus setelah shalat Jumat  disalah satu masjid tepatnya di jalan Budi Utomo, Kelurahan Lepo Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari pada Jum'at, (15/3/2019).

Pengkapan pelaku, dipimpin langsung oleh Tim Pegasus Polres Jeneponto Aipda Abdul Rasyad bersama team Resmob Polda Sulsel dan di back up oleh Resmob Polda Sultra.

Pelaku diamanakan atas tindak pidana penipuan di Provinsi Sulawesi Tenggara dengan dasar Kap: LP / B / 69 / II / Sulsel / Res Jeneponto. SP. Kap / 19 / III / 2019.

Aipda Abdul Rasyad menjelaskan kejadiannya, bahwa bersangkutan (pelaku) mengatasnamakan dirinya Kapolda dan Dansat Brimob dengan menjanjikan kepada korban untuk meluluskan jadi anggota Polri. 

"Korbannya itu seorang petani, warga Kampung Datara, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto. Korban menyerahkan uang sebesar Rp. 240.000.000 (dua ratus empat puluh juta)," ucapnya.

Atas laporan tersebut katanya, tim kemudian melakukan penelusuran sampai mendapat titik terang tentang keberadaan pelaku.

"Akhirnya kami mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku sedang berada di Provinsi Sulawesi Tenggara sehingga kami pun berangkat ke Kota Kendari dan berkoordinasi ke Posko Resmob Polda Sulsel untuk di back up," katanya.

Lanjut dia, saat tiba di wilayah hukum Mapolda Sultra pihaknya kembali berkoordinasi dengan Resmob Polda Sultra untuk mencari keberadaan pelaku sesuai baket yang di kumpulkan.

"Pelaku akhirnya berhasil diamankan setelah shalat jum'at disalah satu masjid tepatnya di jalan Budi Utomo, Kota Kendari," sebut dia.

Dikatakan, dari keterangan masyarakat bahwa pelaku sudah dua Minggu tinggal di masjid ikut dengan jamaah tabligh.

"Dari hasil interogasi pelaku mengakui semua perbuatanya. Tak pikir panjang lagi kami langsung bawa ke kantor Polres Jeneponto untuk proses lebih lanjut," pungkas Rasyad.

 

Editor : Samsir
  • Whatsapp

Index Berita